Surakarta, 23 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan Workshop Program PKM bertajuk “Gerakan Orang Tua Terampil Mengasuh ABK sebagai Upaya Mewujudkan Inklusi Sosial di Surakarta” pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di PLDPI Surakarta dan melibatkan akademisi, guru, terapis, praktisi pendidikan khusus, serta orang tua anak berkebutuhan khusus.
Workshop ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Orang tua memegang peran utama dalam mendampingi proses perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua memerlukan pemahaman, strategi, dan keterampilan yang tepat agar dapat menjalankan pengasuhan secara terarah dan konsisten.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai karakteristik anak berkebutuhan khusus serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan dan perilakunya. Peserta juga mempelajari cara menghadapi perilaku tertentu secara tepat, tanpa menggunakan respons yang dapat memperburuk kondisi emosional anak.
Materi workshop turut membahas strategi membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Komunikasi yang tepat membantu orang tua memahami kebutuhan, perasaan, serta kesulitan yang dialami anak. Strategi ini juga dapat membantu anak menyampaikan keinginan dan berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik.
Selain memperoleh materi, para orang tua diarahkan untuk menyusun program pengasuhan yang dapat diterapkan di rumah. Program tersebut disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, kebutuhan, dan tahap perkembangan masing-masing anak. Penyusunan program pengasuhan bertujuan menciptakan pendampingan yang lebih terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan.
Workshop juga menekankan pentingnya kerja sama antara keluarga, sekolah, terapis, dan masyarakat. Penanganan anak berkebutuhan khusus tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Keluarga membutuhkan dukungan sekolah dan tenaga profesional, sedangkan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang aman, terbuka, dan tidak diskriminatif.
Keterlibatan akademisi, guru, terapis, praktisi pendidikan khusus, dan orang tua dalam satu forum memberikan ruang untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan tidak hanya memahami kondisi anak, tetapi juga mampu menerapkan strategi pengasuhan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan keterampilan orang tua menjadi langkah penting untuk membantu anak berkembang secara optimal, mandiri, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Program Gerakan Orang Tua Terampil Mengasuh ABK juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan penerimaan sosial yang setara. Inklusi sosial hanya dapat terwujud ketika keluarga, sekolah, tenaga profesional, dan masyarakat menjalankan perannya secara terkoordinasi.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya jejaring pendampingan orang tua anak berkebutuhan khusus di Surakarta. Melalui pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak pada kebutuhan anak berkebutuhan khusus.








