Workshop Standarisasi Sarana dan Prasarana Aksesibel: UNS Petakan Kebutuhan Disabilitas untuk Wujudkan Kampus Inklusif

Surakarta, 17 Juli 2024 — Sebagai langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan kampus yang ramah disabilitas, Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Lingkungan yang Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Penelitian Hibah Grup Riset UNS dan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan internal kampus.

Workshop dihadiri oleh tim peneliti, anggota Peer Group PSD LPPM UNS, dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB), serta mahasiswa penyandang disabilitas dari berbagai fakultas di UNS. Kehadiran mahasiswa disabilitas menjadi elemen penting dalam diskusi, karena mereka merupakan pihak yang secara langsung mengalami hambatan akses di lingkungan kampus.

Mahasiswa penyandang disabilitas yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Al Ghifari (Mahasiswa Disabilitas Daksa), Frema Marista dan Risma (Mahasiswa Disabilitas Netra), Muhammad Efendi Dela Costa dan Puput Lestari (Mahasiswa Tuli).

Mereka menyampaikan pengalaman nyata dalam mengakses berbagai fasilitas kampus, seperti aksesibilitas ruang kelas, jalur kursi roda, penunjuk arah, pencahayaan, hingga sistem informasi digital yang ramah bagi pengguna disabilitas.

Kegiatan ini berfokus pada pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) yang belum terpenuhi di lingkungan UNS, serta mengidentifikasi prioritas perbaikan dan pengembangan yang perlu dilakukan. Proses ini juga menjadi bagian dari komitmen UNS dalam meningkatkan akses dan kesetaraan bagi seluruh sivitas akademika, tanpa terkecuali.

Ummul Mustaqimah, S.T., M.T selaku tim peneliti menyampaikan bahwa hasil dari workshop ini akan menjadi bahan laporan resmi yang disampaikan kepada pimpinan universitas untuk ditindaklanjuti dalam kebijakan dan implementasi fasilitas kampus yang lebih inklusif.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan data dan masukan yang konkret dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, agar UNS dapat terus berkembang menjadi kampus yang benar-benar inklusif,” ungkapnya.

Selain diskusi kelompok dan penyampaian hasil pemetaan, workshop ini juga menjadi ajang refleksi bersama tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Keterlibatan mahasiswa disabilitas di setiap tahap menjadi bentuk nyata prinsip nothing about us without us — tidak ada keputusan tentang kami tanpa melibatkan kami.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran PSD LPPM UNS sebagai pusat kolaborasi dalam mendukung implementasi kampus inklusif di UNS, serta komitmen berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap individu dapat belajar, bekerja, dan berkembang tanpa hambatan.

Jalan Ir. Sutami 36 Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57126. | Phone: +62 815-4843-1270 | Email: psdlppmuns@unit.uns.ac.id

© 2024 PSD LPPM UNS