Surakarta, 6 Juni 2024 — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjalin kerja sama dengan PT Bayan Resources Tbk melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang program beasiswa bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Inisiatif kerja sama strategis ini diprakarsai oleh Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM UNS, sebagai bentuk komitmen nyata UNS dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas.
Program beasiswa yang bertajuk “Bayan Peduli” ini akan mulai diberikan kepada mahasiswa baru penyandang disabilitas pada tahun akademik 2024/2025, dengan dukungan dana senilai Rp4,5 miliar dari PT Bayan Resources Tbk. Program ini bersifat berkelanjutan, dan akan menjadi dukungan tetap bagi mahasiswa disabilitas UNS di tahun-tahun berikutnya.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ballroom UNS Tower, dihadiri oleh jajaran pimpinan UNS, perwakilan PT Bayan Resources Tbk, dan tim PSD LPPM UNS. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi UNS sebagai Kampus Inklusif, yang berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkeadilan bagi semua kalangan.
Pihak UNS menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif PSD LPPM UNS dan dukungan PT Bayan Resources Tbk terhadap pengembangan pendidikan inklusif di perguruan tinggi.
“Beasiswa Bayan Peduli merupakan bentuk sinergi luar biasa antara dunia akademik dan dunia industri dalam memperkuat sistem pendidikan inklusif. Ini bukti bahwa UNS tidak hanya mendengar suara mahasiswa disabilitas, tetapi juga bergerak konkret untuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama,”
Perwakilan PT Bayan Resources Tbk menegaskan bahwa program Bayan Peduli merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan.
“Kami ingin berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih setara. Melalui Bayan Peduli, kami berharap mahasiswa disabilitas UNS dapat berkembang secara akademik maupun sosial tanpa terkendala biaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PSD LPPM UNS, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi, menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai fasilitator utama dalam merancang dan mengusulkan kerja sama ini.
“Kerja sama ini lahir dari hasil pendampingan dan komunikasi intensif PSD dengan mahasiswa disabilitas di UNS. Kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan studi mereka mendapat dukungan yang nyata. Bayan Peduli menjadi wujud bahwa inklusivitas bukan hanya slogan, tetapi implementasi,” jelasnya.
Dengan terwujudnya kerja sama ini, UNS semakin menegaskan perannya sebagai pelopor kampus inklusif di Indonesia, yang tidak hanya membangun kebijakan afirmatif tetapi juga menghadirkan solusi konkret melalui kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa disabilitas.

