Surakarta, 23 Juli 2025 – Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret menerima kunjungan akademik dari Universitas AKPRIND Indonesia dan Universitas Tulungagung pada Rabu, 23 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan benchmarking dan studi tiru terkait pengembangan layanan disabilitas serta implementasi kampus inklusif di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Pressroom LPPM UNS, kedua institusi menyampaikan ketertarikan mereka untuk memperkuat kebijakan, layanan, dan tata kelola inklusivitas di kampus masing-masing. Diskusi berfokus pada mekanisme pembentukan unit layanan disabilitas, penyediaan akomodasi yang layak, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta integrasi teknologi pendukung mahasiswa disabilitas.
PSD LPPM UNS memaparkan berbagai praktik baik yang telah berjalan, termasuk implementasi layanan pendampingan akademik, layanan aksesibilitas, penyediaan juru bahasa isyarat, layanan teknologi adaptif, serta pengembangan platform digital SMART Disabilitas sebagai integrasi layanan komprehensif bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama strategis dalam bentuk pelatihan, pendampingan pembentukan pusat layanan disabilitas, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lain yang mendukung terwujudnya kampus yang inklusif, setara, dan bebas hambatan.
PSD LPPM UNS menyambut baik inisiatif Universitas AKPRIND Indonesia dan Universitas Tulungagung, serta berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperluas praktik baik kampus inklusif di Indonesia.

