Surakarta, 13 Juni 2024 — Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM UNS bekerja sama dengan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Seleksi Jalur Mandiri Disabilitas (SMJD) UNS Tahun 2024 secara daring pada Kamis, 13 Juni 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh calon mahasiswa penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia, yang tertarik melanjutkan studi di UNS melalui jalur seleksi khusus bagi penyandang disabilitas. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah tim dari SPMB UNS, perwakilan PSD LPPM UNS, serta mahasiswa disabilitas UNS yang turut berbagi pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di kampus.
Dalam sambutannya, Ketua PSD LPPM UNS, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen nyata UNS dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang setara bagi semua kalangan.
“UNS berkomitmen menjadi kampus inklusif yang memastikan setiap calon mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang adil untuk berkompetisi dan berkembang di lingkungan akademik,” ujarnya.
Perwakilan SPMB UNS menjelaskan secara rinci tentang mekanisme pendaftaran, tahapan seleksi, serta fasilitas yang disiapkan bagi peserta penyandang disabilitas selama proses seleksi berlangsung. Jalur Mandiri Disabilitas merupakan bagian dari strategi UNS untuk mewujudkan sistem penerimaan mahasiswa yang adil, transparan, dan ramah bagi semua, sesuai dengan semangat Pendidikan untuk Semua (Education for All).
Sementara itu, mahasiswa disabilitas UNS yang turut menjadi narasumber membagikan pengalaman inspiratifnya dalam menjalani kehidupan akademik di kampus. Ia menuturkan bahwa UNS memberikan berbagai dukungan, mulai dari pendampingan akademik, layanan aksesibilitas, hingga fasilitas penunjang yang ramah disabilitas.
“Saya merasa diterima sepenuhnya di UNS. Dosen, teman, dan pihak kampus sangat mendukung kami agar bisa belajar dengan nyaman dan mandiri,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah interaktif, di mana para calon mahasiswa dapat bertanya langsung mengenai kebutuhan dan fasilitas yang akan mereka dapatkan jika diterima di UNS. Banyak peserta yang menyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi serta dukungan yang diberikan universitas dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang inklusif.
Melalui kegiatan ini, UNS menegaskan kembali perannya sebagai pelopor perguruan tinggi inklusif di Indonesia, yang tidak hanya menyediakan jalur khusus penerimaan mahasiswa disabilitas, tetapi juga memastikan ekosistem kampus yang ramah, setara, dan mendukung pengembangan potensi setiap individu tanpa diskriminasi.

