Surakarta, 29 Juli 2024 — Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan ramah disabilitas melalui kegiatan Rapat Koordinasi Penelitian Fundamental dengan tema “Analisis Kebijakan Pembangunan Inklusif Ramah Disabilitas di Tingkat Kabupaten/Kota di Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 Juli 2024 di Hotel Asia, Surakarta.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh tim peneliti dari PSD LPPM UNS, yang membahas arah penelitian, strategi pengumpulan data, serta penentuan wilayah kajian. Dalam hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa penelitian akan dilakukan di lima kabupaten/kota yang mewakili berbagai karakteristik wilayah di Indonesia, yaitu Palembang, Magelang, Samarinda, Bima, dan Pontianak.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kebijakan daerah mendukung pelaksanaan pembangunan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Kebijakan yang berpihak dan pelaksanaan yang berkeadilan adalah kunci dalam membangun Indonesia yang benar-benar ramah disabilitas. Melalui penelitian ini, kami ingin memotret praktik terbaik sekaligus tantangan yang dihadapi daerah dalam mengimplementasikan kebijakan inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, satu anggota tim peneliti, menambahkan bahwa penelitian ini juga menjadi langkah penting dalam memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti kepada pemerintah daerah dan nasional.
“Kami ingin hasil penelitian ini tidak hanya berhenti pada laporan akademik, tetapi juga menjadi bahan masukan strategis untuk penguatan regulasi dan implementasi kebijakan di tingkat daerah,” jelasnya.
Penelitian Fundamental ini menjadi bagian dari komitmen UNS sebagai Kampus Inklusif yang tidak hanya fokus pada akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun sistem sosial yang inklusif di tingkat nasional dan daerah.

