Kota Pontianak, 5 September 2024 – Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM kembali melanjutkan rangkaian kegiatan penelitian nasional bertajuk “Penguatan Kapasitas Layanan Difabel Melalui Pengembangan Monitoring dan Evaluasi Program Disabilitas bagi Pemerintah Daerah, Pendidikan, dan Dunia Usaha”. Setelah sebelumnya berlangsung di Kabupaten Bima dan Kota Magelang, kegiatan kali ini dilaksanakan di Kota Pontianak pada 5 September 2024, bertempat di Kantor Bappeda Kota Pontianak.
Tim PSD LPPM UNS yang bertugas di Pontianak terdiri atas Dr. Joko Yuwono, M.Pd., dan Redydian Adhitya Nugraha, S.Psi., M.A. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk memetakan kondisi layanan disabilitas di Kota Pontianak, termasuk upaya pemerintah dalam menghadirkan kebijakan inklusif, skema layanan lintas sektor, serta tantangan implementatif yang masih perlu diperkuat.
Dalam kegiatan tersebut, tim PSD melakukan diskusi terarah bersama jajaran Bappeda mengenai berbagai aspek strategis, di antaranya perencanaan pembangunan inklusif, koordinasi antar-perangkat daerah, hingga kebutuhan kapasitas SDM dalam mengelola program pelayanan disabilitas. Pertukaran pengetahuan ini sekaligus memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai prakarsa Kota Pontianak dalam penyediaan layanan pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketenagakerjaan yang ramah disabilitas.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak Bappeda yang menyambut baik kehadiran PSD UNS sebagai mitra akademik dalam penguatan kebijakan berbasis data. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diintegrasikan dalam dokumen perencanaan daerah sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas di Pontianak.
Penelitian di Kota Pontianak menjadi bagian dari rangkaian studi di lima kabupaten/kota di Indonesia, sebagai upaya UNS mendorong terbangunnya sistem monitoring dan evaluasi yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan layanan disabilitas.

