Surakarta, 30 Juli 2024 — Dalam upaya memperkuat budaya kampus yang inklusif, Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS 2024. Kegiatan ini berlangsung pada 30 Juli 2024 dan diikuti oleh ratusan mahasiswa baru yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema inklusivitas di lingkungan kampus.
Kelas pendamping PKKMB ini menghadirkan dua narasumber dari PSD LPPM UNS, yaitu Berliana Dian Permatasari, S.Pd., dan Arsy Anggrellanggi, M.Pd.. Keduanya memberikan materi yang berfokus pada peningkatan kesadaran mahasiswa baru tentang pentingnya inklusivitas, terutama dalam mendukung mahasiswa penyandang disabilitas.
Dalam sesinya, Berliana Dian Permatasari, S.Pd. menyampaikan materi “Pengetahuan Umum tentang Disabilitas” yang membahas konsep dasar disabilitas, jenis-jenisnya, serta prinsip-prinsip pendidikan dan layanan yang inklusif. Ia menekankan bahwa menciptakan lingkungan kampus yang ramah disabilitas memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh sivitas akademika.
“Kesadaran dan pemahaman sejak dini menjadi langkah awal untuk membangun empati dan mewujudkan kampus yang benar-benar inklusif,” tutur Berliana.
Materi berikutnya dibawakan oleh Arsy Anggrellanggi, M.Pd., dosen Pendidikan Luar Biasa FKIP UNS sekaligus pegiat bahasa isyarat, dengan tema “Kebutuhan Tuli dan Bahasa Isyarat”. Dalam sesi interaktifnya, Arsy mengajak peserta untuk mencoba beberapa kosakata dasar dalam bahasa isyarat seperti salam, perkenalan, dan ungkapan sederhana sehari-hari.
“Bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk membangun relasi yang setara dan saling menghargai,” ujar Arsy disambut tepuk tangan meriah peserta.
Suasana kelas berlangsung sangat interaktif. Mahasiswa baru FISIP terlihat antusias mencoba isyarat yang diajarkan dan aktif bertanya seputar kehidupan mahasiswa tuli di kampus. Beberapa peserta bahkan menyampaikan keinginan untuk mengikuti kelas bahasa isyarat lanjutan yang rutin diadakan oleh PSD LPPM UNS.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen FISIP dan PSD LPPM UNS dalam memperluas wawasan inklusivitas di kalangan mahasiswa baru. Diharapkan, dengan adanya pembekalan ini, mahasiswa FISIP UNS tidak hanya memahami pentingnya kesetaraan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan terbuka bagi semua.
Partisipasi PSD LPPM UNS dalam PKKMB FISIP 2024 ini sejalan dengan visi UNS sebagai Kampus Inklusif, yang berkomitmen untuk mendengar semua suara termasuk yang disampaikan melalui bahasa isyarat.

