Surakarta, 20 November 2025 — Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Kelas Bahasa Isyarat sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi inklusi dan komunikasi ramah disabilitas di kalangan civitas akademika. Kegiatan berlangsung di Ruang 1201, Gedung C FKIP UNS pada pukul 15.30 WIB, diikuti mahasiswa dari jurusan PPKN berjumlah 85 orang, lawan FORDIS UNS, serta dosen pengampu mata kuliah. Kegiatan ini merupakan proyek kelompok mata kuliah negara hukum dan HAM dengan tema “Kampus Inklusif : Merawat Kemanusiaan dan Keadilan bagi Semua”
Kelas ini menghadirkan dua narasumber utama:
-
Berliana Dian Permatasari, S.Pd., M.Pd., staf Pusat Studi Difabilitas UNS yang memaparkan dasar-dasar komunikasi inklusif serta prinsip penggunaan bahasa bahasa dalam konteks pembelajaran di lingkungan kampus.
-
Aisya Isnaini Fajriyah, seorang guru tuli yang secara langsung mengajarkan teknik dan praktik Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) kepada peserta.
Kehadiran guru tuli sebagai pengajar utama memberikan pengalaman belajar yang lebih otentik dan aplikatif, sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih dekat antara peserta dan komunitas tuli.
Kegiatan ini juga didukung oleh Forum Relawan Mahasiswa Disabilitas (FORDIS) UNS, yang membantu teknis pelaksanaan, pendampingan peserta, serta memastikan kelas berjalan dengan aksesibel dan nyaman. FORDIS UNS juga berperan sebagai fasilitator dalam sesi latihan gerakan isyarat bersama peserta.
Kelas Bahasa Isyarat ini menjadi bagian dari rangkaian program edukasi publik PSD LPPM UNS untuk memperluas kesadaran tentang inklusivitas, memperkuat komunikasi antar siswa dengan berbagai latar belakang, serta memperkenalkan bahasa isyarat sebagai keterampilan penting dalam lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman.
PSD LPPM UNS berharap kegiatan ini dapat meningkatkan sensitivitas serta kemampuan praktis mahasiswa dalam berkomunikasi dengan teman tuli dan komunitas penyandang disabilitas lainnya, sekaligus memperkuat budaya kampus yang inklusif dan setara.

