
Sumber: Tim Pengabdian PSD LPPM UNS
Surakarta – Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan pembukaan pada awal Februari 2026, Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) melanjutkan rangkaian kegiatan Program CREADIS (Program Peningkatan Kreativitas dan Vokasional Disabilitas) yang dilaksanakan secara bertahap hingga April 2026 di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. Menurut Fadjri Kirana Anggarani, S.Psi., M.A., selaku Ketua Tim Pengabdian, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas keterampilan vokasional, kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Pada hari kedua (14 Februari 2026), peserta memperoleh materi terkait pentingnya pola hidup sehat sebagai dasar dalam pengembangan produk makanan. Materi pertama mengenai penyakit degeneratif karena makanan tidak sehat disampaikan oleh dr. Vitri Widyaningsih, M.S., Ph.D., selaku dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UNS. Materi kedua tentang Memilih Bahan untuk Makanan Sehat disampaikan oleh Reny Josephine, DCN, Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. Selanjutnya, materi Membuat Makanan Sehat disampaikan oleh Andi Yunus Prasetyo, A.Md., Gizi, sebagai ahli gizi Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. Pada sesi terakhir, materi Mengembangkan Produk Makanan Sehat disampaikan oleh Yesinta Evariana Permatasari, S.Gz dan Wulandari, S.Gz, yang juga merupakan ahli gizi di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta.
Selanjutnya, pada hari ketiga (4 Maret 2026), fokus kegiatan beralih pada penguatan jiwa kewirausahaan. Materi Membangun Usaha From Zero to Hero disampaikan oleh Renata Zoraifi, S.E., Ak., M.Si selaku Owner Pukis Badran Solo. Materi berikutnya mengenai Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Pengelolaan Keuangan dan Aset disampaikan oleh Adhita Maharani Dewi, S.E., M.M, Owner Katering Anggur. Adapun materi Strategi Pendanaan Usaha disampaikan oleh Putri Nara Mustika dari Bank BRI Solo Sudirman. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami dasar membangun usaha, mengelola keuangan, serta mengenal berbagai alternatif pendanaan untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Pada hari keempat (7 Maret 2026), peserta mengikuti pelatihan kreatif berupa pembuatan desain logo dan kemasan yang disampaikan oleh Arifah Insani Sari Utami, M.Sn., seorang praktisi desain komunikasi visual. Kegiatan dilanjutkan dengan Praktik Pembuatan Desain Logo dan Kemasan bersama Tim Praktisi DKV. Materi ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam membangun identitas visual produk yang menarik dan kompetitif di pasaran.
Kegiatan berlanjut pada hari kelima (11 Maret 2026) yang berfokus pada aspek legalitas usaha. Materi Pembuatan OSS/NIB disampaikan oleh Siska Fitri Anggraheni, M.Pd selaku Manajer Inkubator UNS Innovation Hub. Selanjutnya, materi Pembuatan Sertifikasi Halal disampaikan oleh R.A. Ari Yeppi Kusumawati, S.E., M.Si, Pembina Yayasan Pawon Rempah Solo sekaligus praktisi dan pemerhati UMKM. Peserta mendapatkan pendampingan mengenai prosedur perizinan usaha serta pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.
Pada hari keenam (11 April 2026), kegiatan menghadirkan materi Social Media Engagement oleh Brian Gregory Adhihendra, S.E., M.Sc, seorang influencer media sosial di Solo. Materi kedua mengenai Marketplace Marketing disampaikan oleh Tim PT GoTo Gojek Tokopedia. Peserta dilatih memanfaatkan media sosial serta platform marketplace sebagai sarana promosi dan pemasaran produk secara digital, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi penjualan.
Secara keseluruhan, rangkaian Program CREADIS dirancang secara komprehensif mulai dari penguatan pengetahuan kesehatan, keterampilan produksi, kewirausahaan, desain produk, legalitas usaha, hingga pemasaran digital. Pendekatan bertahap ini diharapkan mampu memberikan bekal yang utuh bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan.
Program CREADIS mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan keterampilan vokasional dan kewirausahaan, serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem inklusif bagi penyandang disabilitas.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PSD LPPM UNS berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri untuk berpartisipasi aktif dalam dunia usaha secara mandiri. Program ini menjadi wujud komitmen dalam menciptakan kesempatan yang setara serta mendukung terwujudnya masyarakat yang inklusif dan berdaya merupakan kerjasama anatar UNS bekerjasama dengan LPDP, Universiti Utara Malaysia, Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dan Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Back Link : UNS