Surakarta, 13 Maret 2025 – Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret menerima kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS pada Kamis, 13 Maret 2025. Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam membangun kerja sama berkelanjutan guna memperkuat gerakan kampus inklusif di UNS. Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden BEM UNS beserta jajaran Kementerian Kesetaraan Bersama, yang secara khusus membidangi isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat LPPM UNS ini membahas berbagai peluang kolaborasi antara PSD dan BEM UNS, mulai dari edukasi inklusivitas bagi mahasiswa, pendampingan mahasiswa disabilitas, hingga kampanye bersama untuk mendorong lingkungan pembelajaran yang lebih aksesibel. PSD LPPM UNS menyampaikan berbagai program, riset, dan layanan yang telah dikembangkan dalam tiga tahun terakhir, termasuk pendampingan akademik, asesmen kebutuhan mahasiswa disabilitas, pelatihan bahasa isyarat, hingga penyusunan kebijakan inklusi di tingkat universitas.
BEM UNS, melalui Presiden dan Kementerian Kesetaraan Bersama, menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam upaya memperluas kesadaran inklusi di kalangan mahasiswa. Bentuk kolaborasi yang mulai disiapkan mencakup penyelenggaraan kelas inklusi, kampanye non-diskriminasi, seminar sensitivitas disabilitas, penguatan relawan FORDIS, serta penyusunan paket program advokasi mahasiswa disabilitas. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek tahunan, tetapi gerakan jangka panjang yang mengakar di lingkungan kampus.
PSD LPPM UNS menyambut baik inisiatif kolaboratif ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan UNS sebagai kampus ramah difabel. Melalui kunjungan ini, kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan dengan penyusunan program kerja bersama yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi seluruh sivitas akademika.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka, foto bersama, dan komitmen untuk menjadwalkan pertemuan teknis selanjutnya. Kolaborasi antara PSD LPPM UNS dan BEM UNS ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa prinsip kesetaraan, aksesibilitas, dan inklusi tidak hanya menjadi wacana, tetapi terimplementasi secara konkret di lingkungan Universitas Sebelas Maret.

