Surakarta, 27 Mei 2025 — Pusat Studi Disabilitas LPPM Universitas Sebelas Maret (PSD LPPM UNS) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa UNS (BEM UNS) resmi memulai rangkaian kampanye layanan disabilitas dan penguatan budaya kampus inklusif. Langkah awal kampanye ini ditandai dengan kegiatan fotoshoot pembuatan x-banner layanan disabilitas, yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei 2025 di lingkungan LPPM UNS.
Kampanye ini merupakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama antara PSD LPPM UNS dan BEM UNS yang sebelumnya dibahas dalam kunjungan resmi BEM UNS. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memastikan seluruh mahasiswa UNS, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, mendapatkan akses informasi yang jelas mengenai layanan pendampingan, bantuan akademik, hingga aksesibilitas yang tersedia di kampus.
X-banner yang sedang disiapkan memuat informasi penting terkait:
-
Layanan pendampingan mahasiswa disabilitas,
-
Aksesibilitas yang dapat diakses di fakultas dan unit-unit sentral,
-
Call center PSD bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan,
-
Komitmen UNS sebagai kampus inklusif yang ramah keberagaman.
X-banner ini nantinya akan didistribusikan ke seluruh fakultas, perpustakaan, pusat layanan mahasiswa, dan lokasi sentral universitas, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh seluruh civitas academica. Melalui media visual yang informatif ini, kampanye inklusi diharapkan mampu menjangkau mahasiswa secara lebih luas dan efektif.
Ketua PSD LPPM UNS, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi, mengapresiasi kolaborasi strategis ini. “Kampus inklusif tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui pemahaman, dukungan, dan awareness seluruh komunitas kampus. Kerja sama dengan BEM UNS menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan informasi layanan disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, BEM UNS menyampaikan bahwa BEM siap berperan aktif dalam mendorong UNS menjadi kampus yang benar-benar setara dan nondiskriminatif. “Mahasiswa harus tahu bahwa UNS menyediakan layanan yang memadai bagi teman-teman disabilitas. Kampanye ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan inklusi menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.
Dengan dimulainya proses fotoshoot dan penyusunan x-banner ini, kampanye layanan disabilitas di UNS resmi berjalan dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga kampus untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan mendukung keberagaman.

