Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS) berbangga atas prestasi gemilang yang ditorehkan oleh tiga orang peer group. Ketiganya berhasil menciptakan inovasi mesin duplikator huruf Braille yang dinamai “SpydSmart”, dan meraih penghargaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan tinggi dalam Hibah Teknologi Bantu Tahun 2024. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi UNS dalam mengembangkan teknologi asistif yang memperkuat akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Mesin “SpydSmart” memungkinkan salinan teks Braille dibuat secara efisien dan lebih cepat dari metode konvensional, sehingga akan sangat membantu proses distribusi materi Bacaan Braille untuk siswa atau mahasiswa tunanetra. Inovasi ini relevan dan berdampak besar, mengingat masih terbatasnya alat pencetak dan duplikator Braille di berbagai daerah, yang sering menjadi penghambat dalam penyediaan bahan belajar Braille secara luas.
Dosen inovator dari tim pengembang tersebut adalah Dr. Subagya, M.Si., Donni Prakosha, M.Pd., dan Dr. Yulianto Agung Rezeki, S.Pd., M.Si., yang melalui kolaborasi riset berhasil menjawab tantangan ketersediaan alat bantu baca Cetak Braille. Melalui penelitian, prototipe, dan uji efisiensi, mereka menciptakan SpydSmart sebagai solusi teknologi asistif dengan potensi skala besar dalam dunia pendidikan inklusif.
Selain sebagai alat bantu teknis, SpydSmart juga diharapkan bisa menjadi bagian dari rantai pemenuhan akses materi akademik Braille untuk siswa dan mahasiswa dengan keterbatasan penglihatan. Dengan kecepatan dan kemampuannya untuk menggandakan teks Braille, alat ini bisa mempercepat produksi bahan ajar dan karya akademik yang ramah disabilitas.
Perwakilan PSD LPPM UNS menyatakan apresiasi mendalam atas kerja keras tim dosen dan potensi besar teknologi ini untuk memperkuat literasi inklusif di lingkungan pendidikan tinggi dan sekolah luar biasa. Mereka menekankan bahwa penghargaan dari Direktorat Belmawa tidak hanya menjadi pengakuan terhadap inovasi teknis, tetapi juga dukungan terhadap misi jangka panjang UNS untuk mewujudkan kampus yang benar-benar ramah disabilitas.
Dengan terus mendorong penelitian dan inovasi teknologi asistif seperti SpydSmart, PSD LPPM UNS menunjukkan kepemimpinan dalam bidang inklusi pendidikan. Harapannya, pengembangan alat ini dapat diadopsi lebih luas oleh sekolah, lembaga pendidikan, dan komunitas disabilitas, sekaligus memperkuat ekosistem aksesibilitas literasi di Indonesia.

