Elementor #16964

PENDAMPINGAN GURU DALAM MEMFASILITASI PENYESUAIAN SOSIAL DAN PSIKOLOGI PESERTA DIDIK DISABILITAS DI SEKOLAH INKLUSI

Research Group (RG) Inovasi Pendidikan Prodi Pendidikan Khusus FKIP UNS telah melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi guru sekolah inklusi di wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut mengusung tema Pendampingan bagi Guru di Sekolah Inklusi dalam memfasilitasi Penyesuaian Sosial dan Psikologi Peserta Didik Disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 dengan melibatkan 30 guru inklusi tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali. Tujuan dari program sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi dan sosialisasi mengenai pentingnya memfasilitasi penyesuaian sosial dan psikologi bagi peserta didik disabilitas di sekolah inklusi. Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Joko Yuwono, M.Pd. yang merupakan pakar di bidang pendidikan khusus dan juga staf pengajar di prodi PKh FKIP UNS.

Terkait masalah kahadiran peserta didik disabilitas di SPPI atau disebut dengan Sekolah Inklusif, guru seringkali menunjukkan cara yang kurang tepat dalam merespon kondisi peserta didik disabilitas tersebut. Beberapa guru di SPPI menganggap itu semua hal biasa (membiarkan saja). Mereka menjelaskan bahwa lambat laun peserta didik juga dapat melakukan penyesuaian sosial dan psikologisnya. Paparan dari Dr. Joko Yuwono, M.Pd diawali dengan karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Sebagian besar guru mengaku perlu memperdalam mengenai karakteristik siswa berkebutuhan khusus, apalagi di kelas mereka terdapat siswa berkebutuhan khusus. Selanjutnya, para guru juga mengalami kebingungan ketika menghadapi permasalahan akademik dan psikologis siswa berkebutuhan khusus.

Program pendampingan ini dilakukan untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang dialami oleh guru sekolah inklusif. Dr. Joko Yuwono, M.Pd. selanjutnya juga memberikan pemahaman pada guru mengenai modifikasi strategi pembelajaran maupun media pembelajaran sesuai dengan hambatan yang dialami oleh siswa. Beberapa guru memberikan apresiasi pada tim pengabdi yang telah memberikan program sosialisasi dan pendampingan. Sebagian besar guru senang karena mendapatkan pengetahuan terkait karakteristik siswa berkebutuhan khusus, sehingga sudah memiliki gambaran apa yang akan dilakukan jika terjadi permasalahan lagi. Harapannya, program seperti ini dapat terus diberikan kepada guru sekolah inklusif di Kabupaten Boyolali agar para guru semakin terampil dalam menangani siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif.

 @PSD UNS-2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.