Surakarta, 5–7 Juni 2024 — Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus inklusif dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 14th International Conference on Special Education in South East Asia Region (ICSAR) 2024. Konferensi internasional bergengsi ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu (5/6/2024) hingga Jumat (7/6/2024), secara hybrid, dengan pusat kegiatan berlangsung di Ballroom Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS.
ICSAR merupakan forum akademik tahunan yang mempertemukan para pakar, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan khusus dari berbagai negara di Asia Tenggara dan dunia. Tahun ini, konferensi mengusung semangat kolaborasi lintas negara untuk mewujudkan pendidikan yang aman, nyaman, dan setara bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
Sebagai salah satu penyelenggara utama, Pusat Studi Disabilitas (PSD) LPPM UNS turut berperan aktif dalam mendukung terselenggaranya konferensi ini. Keterlibatan PSD LPPM UNS mencerminkan konsistensi universitas dalam mendorong inovasi dan kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai negara dengan beragam topik yang menyoroti isu-isu terkini dalam bidang pendidikan khusus, mulai dari transformasi kebijakan pendidikan inklusif, pengembangan teknologi bantu (assistive technology), hingga strategi pembelajaran berbasis kebutuhan individu. Diskusi yang digelar diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan kolaborasi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di kawasan Asia Tenggara.
Konferensi ICSAR 2024 juga menjadi ajang penting bagi peneliti muda dan akademisi untuk mempresentasikan hasil risetnya. Puluhan artikel ilmiah dipresentasikan dalam berbagai sesi paralel yang membahas topik inklusivitas, asesmen pendidikan khusus, intervensi pembelajaran, serta pengembangan profesional bagi guru pendidikan luar biasa.
“ICSAR bukan hanya wadah berbagi hasil riset, tetapi juga ruang kolaboratif untuk memperkuat jejaring dan memperjuangkan kesetaraan pendidikan di kawasan Asia Tenggara,” ujar Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi, Ketua PSD LPPM UNS.
Selain menjadi ajang akademik, konferensi ini juga memperkuat peran UNS sebagai Kampus Inklusif yang terus berkomitmen mendukung hak-hak penyandang disabilitas dalam pendidikan tinggi. Melalui kegiatan seperti ICSAR, UNS menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan praktik inklusif yang mampu memberi dampak positif di tingkat regional dan global.
Penutupan ICSAR 2024 ditandai dengan komitmen bersama para peserta untuk melanjutkan kerja sama lintas negara dalam riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat di bidang pendidikan khusus. Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan visi “Inclusive Education for All” dapat terus diwujudkan secara berkelanjutan.

